Ucapkan:

Hare Krishna Hare Krishna Krishna Krishna Hare Hare Hare Rama Hare Rama Rama Rama Hare Hare

Sabtu, 04 Juni 2011

KEMARAHAN TUHAN

"Tuhan adalah mutlak, kemarahan-Nya dan kesenangan-Nya adalah sama saja. Karena itu, kalau pun Tuhan marah, obyek kemarahan-Nya pun mendapat karunia"


Śrīmad Bhāgavatam 1.7.33

tata āsādya tarasā
dārunam gautamī-sutam
babandhāmarsa-tāmrāksah
paśum raśanayā yathā

"Arjuna marah, matanya merah bara seperti dua bola tembaga membara, dengan cekatan menangkap putra Gautami dan mengikatnya dengan tali seperti seekor binatang"

Penjelasan Prabhupada: Ibu Asvatthama, Kripi, lahir dalam keluarga Gautama. Yang bermakna dari sloka ini adalah bahwa Asvattama ditangkap dan diikat dengan tali seperti mengikat seekor binatang. Menurut Sridhara Svami, Arjuna terpaksa menangkap putra brahmana ini seperti itu sebagai bagian dari kewajibannya (dharma). Pertimbangan yang dikemukakan Sridhara Svami dipertegas oleh sabda Sri Krishna dalam sloka-sloka selanjutnya bahwa Asvatthama memang benar putra Dronacarya dan Kripi, tetapi karena moralnya merosot ke status yang lebih rendah, sepantasnyalah dia diperlakukan seperti memperlakukan binatang, bukan seperti brahmana.
 
Śrīmad Bhāgavatam 1.7.34

śibirāya ninīsantam
rajjvā baddhvā ripum balāt
prāhārjunam prakupito
bhagavān ambujeksanah
 
"Setelah Arjuna mengikat Asvatthama, dia ingin menyeretnya ke pangkalan militer. Personalitas Tertinggi Tuhan Yang Maha Esa Sri Krishna, yang sedang memandang dengan mata-padma-Nya, berbicara kepada Arjuna yang sedang murka."

Penjelasan Prabhupada: Baik Arjuna maupun Sri Krishna sedang marah menurut uraian di sini, tetapi mata Arjuna menjadi seperti bola-bola tembaga yang membara, sedangkan mata Krishna tetap seperti bunga padma. Ini berarti marah Arjuna dan marah Sri Krishna berada pada level yang tidak sama. Tuhan adalah transendental, sehingga Dia selalu mutlak pada saat mana pun. Kemarahan Krishna tidak seperti kemarahan makhluk hidup yang terikat di dalam sifat-sifat alam material. Oleh karena Tuhan adalah mutlak, kemarahan-Nya dan kesenangan-Nya adalah sama saja. Kemarahan Tuhan tidak diperlihatkan dalam tiga sifat alam material. Kemarahan Tuhan hanya memperlihatkan kecondongan Tuhan untuk berpikir demi kepentingan penyembah-Nya yang merupakan sifat transendental-Nya. Karena itu, kalau pun Tuhan marah, obyek kemarahan-Nya pun mendapat karunia. Tuhan tidak pernah berubah dalam keadaan apapun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar