Ucapkan:

Hare Krishna Hare Krishna Krishna Krishna Hare Hare Hare Rama Hare Rama Rama Rama Hare Hare

Jumat, 08 Juli 2011

KISAH DEWA INDRA MENJADI BABI


Ada sebuah cerita di dalam Upanisad. Suatu hari Indra, raja surga tidak menghormati Brihaspatideva, guru kerohanian para dewa. Karena itu Brihaspati mengutuknya dengan berkata, "Kamu, jadilah seekor babi!! Sebelumnya ia adalah Indra tetapi ia menjadi seekor babi yang makan kotoran, karena ia tidak menghormati Brihaspati, guru kerohaniannya.

Dengan melakukan tindakan yang salah seperti itu ia menjadi seekor babi, makan tinja (kotoran), dan menjadi lupa sepenuhnya bahwa sebelumnya ia adalah Indra, raja para dewa. Ia menjadi lupa sepenuhnya. Kini ia berada di tengah-tengah tumpukan tinja, memakan dan menikmati kotoran itu.

Ia memiliki seorang istri, seekor babi betina yang menghasilkan ratusan anak. Mereka semua makan tinja. Ia melewatkan ratusan tahun dalam keadaan seperti itu - tidak pernah sekalipun berpikir bahwa ia sebelumnya pernah menjadi Indra. Jadi Brahma merasa kasihan kepadanya. "Wah, bajingan ini benar-benar telah lupa bahwa ia sebelumnya adalah Indra." Lalu Brahma turun dan bertanya kepada si babi, "Apa yang sedang kamu lakukan? Dulu kamu adalah Indra, raja para dewa, minum minuman kekekalan (nektar). Sekarang kamu makan tinja? Kamu telah melupakan segalanya? Tidakkah kamu ingat?"

Walaupun ia berulangkali mengingatkannya, Indra tidak mendengarkan Brahma. Kata-kata Brahma tidak bisa masuk ke telinganya. Mengapa? Telinga siapakah yang dimasuki oleh Hari-katha, Krishna-katha ini? Kita sedang membicarakan Krishna-katha, Bhagavat-katha, bukan urusan politik, raja-nithi-katha, gramya-katha. Krishna-katha ini begitu manis, bagaikan minuman kekekalan. Apakah kamu meminumnya? Bagaimana caranya kamu meminumnya? Melalui mulutkah? Minuman kekekalan ini harus diminum melalui telinga! Karna-pute pibanti - Minumlah minuman kekekalan yang manis, Krishna-katha, Bhagavat-katha ini melalui telinga. Dan ke dalam telinga siapakah Hari-katha, Krishna-katha ini masuk? Berapa orangkah yang telah datang ke sini? Kamu bisa menghitungnya satu, dua, tiga, empat. Ada begitu banyak orang, mengapa mereka tidak mau datang ke sini? Mengapa katha ini tidak memasuki telinga mereka? Karena mereka mengembangkan keterikatan yang begitu kuat terhadap badan ini dan hubungan-hubungan badaniah, keterikatan terhadap dunia material dan objek kenikmatan indria. Oleh karena itulah Krishna-katha tidak akan pernah memasuki telinga mereka.

Brahma mengetahuinya karena ia adalah seorang mahajana. Ia mengerti, "Ia tidak mendengar kata-kataku karena ia begitu terikat dengan hubungan-hubungan badaniahnya, begitu terikat dengan istrinya, anak-anak dan makanannya, yaitu tinja. Jadi jika keterikatan itu tidak diputuskan maka ia tidak akan mau mendengarkanku." Oleh karena itu, pertama-tama Brahma membunuh ratusan anak-anaknya. Ketika Brahma membunuh mereka, Indra (babi) menjadi marah dan menguak. Dengan menunjukan taringnya ia berlari menyerang Brahma. Brahma berkata, "Apa yang kamu lakukan? Kamu dulu adalah Indra, raja surga. Mengapa kamu di sini makan kotoran? Aku datang ke sini untuk mengingatkanmu." Tetapi Indra tetap menguak dan berlari menyerang Brahma. Apa yang bisa ia lakukan, Brahma adalah seorang kepribadian yang begitu perkasa, ia tetap tidak mau mendengar Brahma, yang melihat bahwa keterikatannya belum putus sepenuhnya. Anak-anaknya telah terbunuh, tetapi ia berpikir bahwa istrinya, si babi betina, bisa menghasilkan anak-anak lagi. Jadi ada keterikatan di sana. Ketika Brahma membunuh istrinya, ia melihat, "Oh, anak-anakku telah terbunuh dan istriku kini telah mati. Tidak ada seorangpun di sini sekarang."

Kemudian ia bertanya kepada Brahma, "Apa yang anda katakan tadi?"
Brahma berkata, "Dulu kamu adalah Indra, raja surga. Karena inilah aku datang ke sini untuk mengingatkanmu, kamu telah lupa diri."
Indra berkata "Jadi anda ingin agar saya pergi ke sana?"
Brahma menjadwab "Oh, ya."
Indra kembali bertanya, "Apakah ada tinja (kotoran) di sana? Apakah ada babi betina di sana? Kalau ada baru aku mau ke sana!"

Begitu terikatnya kamu lihat. Apa artinya tinja? Ada amrta di sana, ada minuman kekekalan yang begitu manis di sana. Mengapa kamu berbicara kotoran? Apalagi seekor babi betina, ada gadis-gadis surga yang sangat cantik di sana seperti Menaka, Urvasi, dan Sacidevi, permaisuri Indra sendiri. Mengapa kamu menginginkan babi betina, sesuatu yang begitu kotor?

Kamu lihat, keterikatan yang begitu kuat. Selama keterikatan material belum putus, tidak akan ada seorangpun yang mau mendengar Krishna-katha. Ketika saat itu datang, ketika keterikatan itu berakhir, mereka akan datang untuk mendapatkan sadhu-sanga untuk mendengarkan Krishna-katha. Jika tidak demikian, tidak akan ada orang yang mau mendengarnya.

Itulah ceritanya. Sebelumnya ia adalah Indra, lalu ia melakukan karma seperti itu sehingga ia menjadi seekor babi. Sekarang kamu adalah seorang manusia, tetapi jika kamu tidak mau mengembangkan kesadaran Krishna, jika kamu tetap berada dalam kesadaran binatang ini dan mengejar makan, tidur, berketurunan dan membela diri, maka kamu akan menjadi babi, anjing, serangga, burung atau binatang buas. Siapa yang tahu akan menjadi apa anda pada kelahiran selanjutnya nanti?
Jadi inilah ajarannya di sini. Kamu harus mengerti bahwa seluruh kegiatanmu harus dilakukan untuk memuaskan yajna-purusa, Bhagavan, Visnu, atau Krishna. Tidak ada sesuatupun yang dilakukan demi kenikmatanmu sendiri, jika tidak demikian maka sekali lagi kamu akan menjadi babi atau binatang buas. Kelahiranmu akan ditentukan sebagaimana mestinya.

Sumber: Lecture oleh Sri Srimad Gour Govinda Swami Maharaja

1 komentar:

  1. Krishna dan arjuna suka membakar hutan yang membuat pemuja ek chuah menyingkir

    BalasHapus