PERDEBATAN ANTARA NARADA DAN DEWA INDRA
Suatu ketika ada sebuah pertempuran antara Siva dan Visnu. Tidak ada penyebab akan hal ini, itu hanya kegembiraan Narada Muni. Narada Muni suatu ketika ada di dalam pertemuan para dewa yang dipimpin Indra, dan Indra memuji Mahadeva. Dia berkata, “Siva memiliki tiga mata, dan api keluar dari mata ketiganya.” Lalu Narada Muni berkata, “Ada begitu banyak Siva, di dalam setiap alam semesta, ada sebelas Siva. Tuhanku berbeda. Ia tidak memiliki mata ketiga tetapi Dia mengetahui segalanya.“ Kemudian Indra berkata, “Tidak, tidak, tidak kau tidak tahu. Visnu memang baik, dia adalah avatara, tetapi Siva sosok yang sangat kuat.” Narada berkata “Jika demikian, mengapa tidak kau pergi dan meminta Siva untuk bertempur dengan Visnu? Maka kita akan melihat siapa yang lebih kuat.” Kemudian Indra
berpikir, “Itu akan menjadi hal yang baik untuk dilakukan,” jadi ia pergi ke Kailash, kediaman Siva. Banteng Siva, Nandi bertanya, “Apa yang kau lakukan di Kailash? Tempat ini dimaksudkan untuk orang yang bermeditasi.”
Nandi adalah sosok yogi yang agung, dan juga seorang astrologis (peramal). Dia melihat Indra dan mengetahui akan ada masalah, jadi ia berkata, “Keluar dari Kailash. Kau adalah raja surga, jadi apa yang kau lakukan di sini?” Indra berkata, “Tidak, tidak aku hanya datang ke sini untuk darshana kepada Siva tanpa motivasi apapun.” Nandi berkata, “Aku adalah seorang astrologis, dan aku dapat melihat di wajahmu bahwa kau telah datang ke sini untuk menciptakan masalah. Jangan memberikan masalah apapun kepada tuanku, ia dengan damai bermeditasi.” Kemudian Indra berkata, “Biarkan saya masuk Nandi.” Kemudian ia diizinkan. Ketika ia masuk, Siva sedang dalam meditasi mendalam. Indra datang ke sana dan terus menerus berdoa kepada Mahadeva, dan akhirnya Siva membuka matanya.
Siva berkata, “Indra! Mengapa kau ke sini? Tidak ada masalah yang terjadi. Aku tidak berpikir bahwa kau ke sini untuk memintaku bertarung dengan seseorang.” Indra berkata, “Aku harus katakan bahwa aku hanya mengunjungi Kailash untuk memintamu bertarung dengan seseorang, tetapi kali ini bukanlah seorang raksasa.” Mahadeva bertanya “Lalu siapakah dia?”. Indra berkata “Baik kami memiliki sedikit perdebatan”. “Diriku dan Narada. Aku berkata bahwa kau adalah yang paling kuat, tetapi Narada berkata bahwa Visnu adalah yang paling kuat.”
SIVA MENGUCAPKAN NAMA RAMA
Kemudian Siva berkata, “Kau lihat japa-mala yang kupegang ini? Apakah kau tahu apa yang aku lakukan dengan ini? Apakah kau tahu apa yang aku ucapkan?”. Indra menjawab “Ya, Aku dengar bahwa kau mengucapkan nama Rama”.
Kemudian Siva berkata, “Jadi aku mengucapkan nama Rama. Kemudian kau bertanya siapa yang paling kuat. Jika aku lebih kuat dariNya, maka ia pasti mengucapkan namaku. Tetapi hal itu tidak akan pernah terjadi, aku mengucapkan namaNya.” Indra berkata, “Itu benar, itulah pernyataan Purana, tetapi aku ingin melihatnya.” Siva berkata, “mengapa kau ingin melihatnya? aku beritahu kau, Dia adalah yang paling kuat dan semua kekuatan berasal dariNya. Aku hanya menghancurkan alam semesta ini, itulah semua kekuatan yang aku punya.” Lalu Indra berkata, “Meskipun kau mengatakan hal ini, aku tidak mempercayainya” Siva berkata, “Mengapa kau tidak mempercayainya?” Dan Indra berkata “Karena kau begitu kuat bahkan kau dapat membakar benteng yang sedang terbang di angkasa.” Kemudian Siva berkata, “Aku tahu apa yang kau cari sebenarnya. Kau ingin memiliki sebuah pertunjukan. Baik, kau pergilah ke Visvakarma dan minta kepadanya untuk membuatkan busur untukku. Aku seorang babaji, tetapi kau memintaku untuk bertarung. Jadi setidaknya berikan aku senjata.”
Lalu Visvakarma menggunakan kekuatan mistiknya dan membuat sebuah busur. Busur ini sangat besar bahwa 300 orang harus membawanya. Sebenarnya itu ada di dalam sebuah kereta. Kereta itu memiliki begitu banyak roda, dan 300 orang harus mendorongnya untuk bergerak satu inci, dan kemudian mereka harus beristirahat untuk setengah jam. Jadi inilah ukuran busur itu. Busur Itu juga tidak bertali, talinya terpisah.
Lalu busur itu di bawa ke hadapan Siva. “Ini adalah sebuah busur yang baik,” Siva berkata dan mengangkatnya. Ketika ia mengangkatnya semua dewa pingsan. Itu adalah sebuah busur yang besar dan Siva mengangkatnya dengan sangat mudah. Kemudian Indra berkata, “Lihat? Aku katakan padamu, ia sangat kuat. Jangan berpikir ia hanya seorang babaji yang bermeditasi. Ia memiliki begitu banyak kekuatan.” Siva kemudian memasang talinya dan berkata, “Baiklah, aku siap.”
BRAHMA MENEMUI SRI VISNU
Kemudian Indra pergi kepada Brahma dan bertanya, “Mohon minta dan bawalah Sri Visnu untuk sebuah pertempuran.” Jadi Brahma pergi ke lautan susu dan bermeditasi.

Visnu sedang duduk di sana di Svetadvipa, dan ia berkata kepada Laksmi, “Aku berpikir apa yang menyebabkan Brahma datang memanggil untuk saat ini?” Laksmi berkata, “Mungkin ada beberapa raksasa di sana.” Sri Visnu berkata, “Bagaimana raksasa dapat datang tanpa sepengetahuanKu? Tidak ada raksasa di sana,”.Laksmi berkata “Maka Kau pasti juga mengetahui mengapa ia memanggil Anda?” Sri Visnu menjawab, “Ya, Aku tahu. Ia ingin memintaKu untuk bertarung melawan Siva.” “Oh”, Laksmi berkata. “Aku ingin melihatnya.” Sri Visnu berkata, “Maka baiklah Aku harus melakukannya”. Kemudian Dia bangun dari tempat dudukNya dan datang ke sisi lain dari Lautan susu. Dia berkata, “Baiklah Brahma, Aku siap.” Dan kemudian Indra berkata, “Tetapi ada satu syarat, Anda jangan membawa busur apapun atau benda apapun dari dunia rohaniMu. Kami akan memberiMu sesuatu dari dunia ini. Kalau tidak Anda akan mengalahkannya dengan mudah, kami tahu itu. Kami ingin pertempuran secara lansung berhadap-hadapan.”
Jadi Visvakarma membuat busur lainnya. Busur Siva disebut Mahesh-chappa, dan busur Visnu disebut Visnu-chappa. Keduanya dibuat oleh Visvakarma dan mempunyai kekuatan yang setara. Keduanya persis sama. Keduanya adalah kopian. Jadi Visnu datang dan berkata, “Tidak masalah Aku akan membawanya.” Lalu Dia membawa busur itu, dan Dia datang dan mengangkatnya. Ketika Dia mengangkat busur itu, karena Dia memiliki seorang rekan kekalNya yang disebut Sarnga, yang merupakan busurNya yang kekal, dan ketika Visnu menyentuh busur apapun Sarnga akan datang ke dalam sana dan busur itu menjadi Sarnga-dhanu. Dia mengambil busur itu dan Sarnga masuk. Tidak ada yang dapat melihat hal ini.
PERTEMPURAN VISNU DAN SIVA
Kemudian Sri Visnu datang dan Siva ada di sana, dan begitu Visnu ada dalam pandangan Mahesha, Siva mempersembahkan sembah sujudnya dan menepuk tangannya, berguling di lantai dalam kebahagiaan yang besar. Indra berkata, “Apa yang terjadi?” Ia berpaling kepada Narada Muni dan berkata, “Pergi dan katakan padanya untuk menghentikan pelayanannya itu dan mulai bertempur!” Narada Muni pergi kepada Siva dan berkata, “Anda telah lupa bahwa seharusnya ada pertempuran. Anda telah berserah diri.” Kemudian Mahesa berkata kepada Visnu, “Mohon, berikan karunia kapadaku sehingga aku dapat bertarung dengan Anda.” Visnu memberikan karunia kepadanya, “Baiklah. Kau dapat bertarung melawanKu.” Jadi mereka bertempur, bertempur, bertempur dan itu berlangsung untuk waktu yang lama.
Akhirnya Siva meletakkan busurnya dan lari dari medan perang, dan segala jenis astra (senjata rohani) keluar dari busur Sarnga, dan Siva lari menjauh. Dia berlari, dan ia berteriak kepada Indra, “Aku telah katakan kepadamu! aku telah katakan kepadamu! sekarang aku dalam masalah!” Tentu saja Visnu tidak marah, Dia hanya tersenyum. Tetapi kemudian semua dewa berdoa kepada Visnu, “Mohon hentikan peperangan. Kami membutuhkan Siva.” Jadi perang itu pun telah selesai, dan Siva telah terselamatkan.
Visnu mengambil busurNya dan memberikan kepada seorang resi bernama Rcika. Rcika memberikan busur itu kepada Jamadagni, resi agung lainnya. Jamadagni adalah ayah dari Parasurama, jadi busur Visnu itu akhirnya datang kepada Parasurama. Parasurama sedang memegang busur ini. Tentu, dia tidak membutuhkan ini, sebab ia memiliki kampaknya yang mana kemudian ia gunakan untuk membunuh ksatriya dua puluh satu kali. Dan busur milik Siva diberikan kepada salah satu Janaka.
Jadi busur Siva inilah yang nantinya akan diangkat dan dipatahkan oleh Sri Rama dalam sayembara pengangkatan busur untuk mendapatkan dewi Sita. Dan Rama tidak berbeda dengan Visnu Sendiri.
KEDUDUKAN SIVA YANG SEBENARNYA
Di dalam kesusastraan Veda dewa Brahma berdoa kepada Krishna, yang menjelaskan tentang kedudukan Siva yang sebenarnya,
Śrī Brahma-samhitā 5.45
ksīram yathā dadhi vikāra-viśesa-yogāt
sañjāyate na hi tatah prthag asti hetoh
yah śambhutām api tathā samupaiti kāryād
govindam ādi-purusam tam aham bhajāmi
“Seperti halnya susu berubah bentuk menjadi yogurt (kental) dengan pemberian asam, tetapi tetap efek dari yogurt tidak memiliki bentuk yang sama ataupun berbeda dari sumbernya yaitu susu, aku mempersembahkan sembah sujudku kepada Sri Govinda yang dariNya-lah kedudukan Sambhu (nama lain Siva) sebagai sebuah perubahan wujud-Nya untuk pelaksanaan tugas peleburan.”
Hubungan antara Visnu dan Siva dibandingkan dengan hubungan antara susu dan yogurt. Susu dapat diubah menjadi yogurt dengan penambahan bahan tertentu, tetapi meskipun susu dan yogurt memiliki kandungan yang sama, mereka memiliki fungsi yang berbeda. Begitu juga, Siva adalah perluasan dari Sri Visnu, tetapi oleh karena Siva mengambil bagian dalam peleburan dari menisfestasi alam semesta, ia dianggap perubahan bentuk Visnu, seperti susu berubah menjadi Yogurt. Tetapi Yogurt tidak bisa berubah menjadi susu, meskipun Siva berasal dari Visnu, Siva tidak bisa menjadi Visnu, karena Kedudukan Siva berada di bawah Visnu, tetapi pada saat yang sama Siva tidak berbeda dengan Visnu, filsafat acintya-bhedabheda-tattva.
Seperti dapat dilihat dari kisah tersebut dimana Siva mengatakan kepada Indra bahwa dirinya mengucapkan nama Rama dengan menggunakan japa-malanya, begitu juga di dalam Padma Purana, Uttara Khanda Siva menjelaskan kepada istrinya Durga, “Saya mengucapkan nama suci Rama, Rama, Rama, dengan demikian saya menikmati keindahan suara ini. Nama suci Ramachandra ini setara dengan seribu nama-nama Visnu.”
harer näma harer näma
harer nämaiva kevalam
kalau nästy eva nästy eva
nästy eva gatir anyathä
“Di zaman Kali sekarang ini tidak ada cara lain, tidak ada cara lain, tidak ada cara lain untuk keinsafan diri selain mengucapkan nama suci Sri Hari (Visnu), mengucapkan nama suci Hari, mengucapkan nama suci Hari.”
Karena pentingnya proses ini, tiga kali sloka Upanisad di atas menekankan bahwa cara mengucapkan nama suci Hari adalah satu-satunya cara untuk keinsafan diri di zaman ini. Bahkan Siva sendiri mengucapkan nama suci tersebut.
Jadi jangan ragu lagi ucapkanlah :
hare krishna hare krishna
krishna krishna hare hare
hare rama hare rama
rama rama hare hare
dan berbahagialah...